Sering kita jumpai orang tua bertanya kepada adik-adik pramuka kita yang aktif dipangkalan dan kadang pertanyaan ini tidak sanggup untuk mereka jawab, sebab mereka sendiri tidak tahu bagaimana menjawabnya dengan baik. Apa pertanyaannya? Pertanyaannya adalah “Untuk apa ikut pramuka?”
Mungkin lebih mudah menjawab pertanyaan, kenapa sekolah? Kalau kita ditanya kenapa sekolah, jawabannya pasti dan bisa diterima umum, yaitu agar pintar dan nanti bisa hidup lebih baik. Bahkan orang tua sering bilang keanaknya, “sekolah yang pintar, agar nanti dapat kerja yang enak dan hidup bahagia”
Sedang kalau pertanyaannya “Kenapa ikut pramuka?!” Belum lagi kalau ditambah kata-kata, memang dapat apa dari pramuka? Pramuka memang penting? Gak ada manfat ikut pramuka!? Yah makin tertekan adik-adik kita.
Bagi orang dewasa, para pembina mungkin bisa bilang pramuka itu adalah pendidikan watak dan moral melalui kegiatan-kegiatan di alam terbuka yang kreatif dan menyenangkan. Namun bagi kebanyakan orang tua saat ini, pramuka itu adalah kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Menurut mereka lebih baik ikut les atau kegiatan lainnya dari pada pramuka! Sebab hasilnya bisa dilihat langsung dengan mata untuk waktu yang pendek.
Tentu untuk kita yang melek pramuka, kegiatan pramuka sangat penting dan urgen bagi generasi muda Indonesia. Namun bagi kebanyakan masyarakat kita, pramuka tidak lebih dari kegiatan anak-anak dan senang-senang yang tidak berguna. Gak ada manfaatnya sama sekali.
Dan untuk para generasi muda, banyak cara telah kita coba untuk menjelaskan kepada mereka dan meyakinkan bahwa pramuka itu penting, tapi hasilnya tetap sangat minim. Lebih mudah bagi masyarakat muda kita untuk menerima kehadiran dan ide menjadi suporter sepakbola dari pada manjadi pramuka.
Sepertinya kita memang perlu semakin memperjelas pengertian dan manfaat apa itu pramuka dengan hal-hal yang konkrit, sehingga masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap organisasi pembentukan watak dan moral generasi bangsa ini. Sehingga mereka itu mampu membuat definisi secara mudah apa manfaat pramuka. Seperti manfaat sekolah, bahwa dengan bersekolah maka anaknya akan pintar dan kalau pintar akan mudah mencari kehidupan yang layak. Mudah to? Dan mereka juga punya alat ukur anaknya pintar apa gak yaitu raport dan ijasah.
Kita memang gak perlu buat raport dan ijasah untuk pramuka, sebab memang jenis pendidikannya sudah beda. Didalam pramuka sudah ada SKU dan SKK serta Pramuka Garuda berikut tanda-tandanya sebagai bagian alat ukur prestasi. Mungkin yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa membuat pramuka ini bisa memberi manfaat langsung kepada orang-orang terdekat mereka. Jujur saja, saat ini banyak anggota pramuka yang hanya ‘asal’ tempel tanda-tanda tapi nihil dalam kemampuan apalagi pengejawantahannya didalam kehidupan sosial masyarakatnya, setidaknya untuk kalangan keluarga. Sungguh ini suatu hal yang ironi.
Jangan biarkan hal ini terus berlarut-larut sehingga revitalisasi gerakan pramuka pun tak akan sanggup menolong gerakan pramuka itu sendiri. Walau sebenarnya ide revitalisasi gerakan pramuka itu sendiri sudah terasa aneh. Bagaimana tidak aneh, kalau memang pramuka ini adalah sebuah gerakan, sebuah aksi maka sudah tidak perlu lagi dibuatkan aksi untuk revitalisasi, bukankah sesuai dengan namanya Pramuka seharusnya sudah selalu merevitalisasi diri setiap waktu, wong namanya juga gerakan (gerakan itu pasti dinamis, bukan?) .
Mungkin lebih mudah menjawab pertanyaan, kenapa sekolah? Kalau kita ditanya kenapa sekolah, jawabannya pasti dan bisa diterima umum, yaitu agar pintar dan nanti bisa hidup lebih baik. Bahkan orang tua sering bilang keanaknya, “sekolah yang pintar, agar nanti dapat kerja yang enak dan hidup bahagia”
Sedang kalau pertanyaannya “Kenapa ikut pramuka?!” Belum lagi kalau ditambah kata-kata, memang dapat apa dari pramuka? Pramuka memang penting? Gak ada manfat ikut pramuka!? Yah makin tertekan adik-adik kita.
Bagi orang dewasa, para pembina mungkin bisa bilang pramuka itu adalah pendidikan watak dan moral melalui kegiatan-kegiatan di alam terbuka yang kreatif dan menyenangkan. Namun bagi kebanyakan orang tua saat ini, pramuka itu adalah kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Menurut mereka lebih baik ikut les atau kegiatan lainnya dari pada pramuka! Sebab hasilnya bisa dilihat langsung dengan mata untuk waktu yang pendek.
Tentu untuk kita yang melek pramuka, kegiatan pramuka sangat penting dan urgen bagi generasi muda Indonesia. Namun bagi kebanyakan masyarakat kita, pramuka tidak lebih dari kegiatan anak-anak dan senang-senang yang tidak berguna. Gak ada manfaatnya sama sekali.
Dan untuk para generasi muda, banyak cara telah kita coba untuk menjelaskan kepada mereka dan meyakinkan bahwa pramuka itu penting, tapi hasilnya tetap sangat minim. Lebih mudah bagi masyarakat muda kita untuk menerima kehadiran dan ide menjadi suporter sepakbola dari pada manjadi pramuka.
Sepertinya kita memang perlu semakin memperjelas pengertian dan manfaat apa itu pramuka dengan hal-hal yang konkrit, sehingga masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap organisasi pembentukan watak dan moral generasi bangsa ini. Sehingga mereka itu mampu membuat definisi secara mudah apa manfaat pramuka. Seperti manfaat sekolah, bahwa dengan bersekolah maka anaknya akan pintar dan kalau pintar akan mudah mencari kehidupan yang layak. Mudah to? Dan mereka juga punya alat ukur anaknya pintar apa gak yaitu raport dan ijasah.
Kita memang gak perlu buat raport dan ijasah untuk pramuka, sebab memang jenis pendidikannya sudah beda. Didalam pramuka sudah ada SKU dan SKK serta Pramuka Garuda berikut tanda-tandanya sebagai bagian alat ukur prestasi. Mungkin yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa membuat pramuka ini bisa memberi manfaat langsung kepada orang-orang terdekat mereka. Jujur saja, saat ini banyak anggota pramuka yang hanya ‘asal’ tempel tanda-tanda tapi nihil dalam kemampuan apalagi pengejawantahannya didalam kehidupan sosial masyarakatnya, setidaknya untuk kalangan keluarga. Sungguh ini suatu hal yang ironi.
Jangan biarkan hal ini terus berlarut-larut sehingga revitalisasi gerakan pramuka pun tak akan sanggup menolong gerakan pramuka itu sendiri. Walau sebenarnya ide revitalisasi gerakan pramuka itu sendiri sudah terasa aneh. Bagaimana tidak aneh, kalau memang pramuka ini adalah sebuah gerakan, sebuah aksi maka sudah tidak perlu lagi dibuatkan aksi untuk revitalisasi, bukankah sesuai dengan namanya Pramuka seharusnya sudah selalu merevitalisasi diri setiap waktu, wong namanya juga gerakan (gerakan itu pasti dinamis, bukan?) .







0 komentar:
Posting Komentar